Home / Sharing Gagasan / Ruang Publik dan Klausura dalam Biara

Ruang Publik dan Klausura dalam Biara

Di semua komunitas biara kita yang ada sekarang tentu mempunyai desain rumah biara yang sangat lokal dan mengikuti perkembangan zaman serta budaya di mana komunitas dan frater berkarya. Kita menjalani aktivitas rasuli kita seperti karya sekolah, asrama, dan pastoral. Karya-karya yang membuat kita harus terus bergerak dan mengikuti perkembangan dunia dan teknologi. Kita tidak bisa memisahkan diri dengan karya kita yang ada. Di beberapa wilayah, komunitas biara kita menyatu dengan gedung sekolah dan asrama. Sehingga aktivitas pun berjalan tanpa batas. Kita hampir tidak punya batas-batas kebiaraan kita untuk urusan hal-hal kebiaraan. Ada komunitas yang memang desain gedungnya yang sangat terbuka sehingga membuat komunitasnya merasa kurang nyaman, jika ada aktivitas umum.

Dalam perkembangan di bidang teknologi IT, komunitas kita hampir semua sudah memiliki koneksi internet, membangun jaringan, dan terhubung dengan masyarakat luas dengan tujuan dan alasan sebagai sarana dan fasilitas pelayanan pendidikan. Hampir tidak ada batas klausura dalam sebuah kehidupan religius kita sebagai frater.

Clausura dalam Bahasa Spanyol artinya penutupan. Dalam Bahasa Inggris, cloister, dari kata Latin, claustrum, artinya tempat tertutup. Yaitu suatu lorong beratap untuk berjalan kaki, koridor terbuka, atau arkade terbuka sepanjang dinding bangunan dan membentuk suatu halaman tengah segi empat atau halaman dalam. Klausura dalam bahasa Italia disebut “chiusura” yang berarti tempat tertutup. Hanya orang-orang tertentu yang berkepentinganlah yang diizinkan untuk masuk.

Ada tarekat religius tertentu yang mengikrarkan kaul klausura. Hal itu berarti bahwa mereka mempunyai komitmen untuk hidup dalam tempat tertutup seumur hidup, supaya dapat lebih memusatkan perhatian hanya pada Allah dan menomorsatukan Allah di atas segala-galanya. Maka dari itu harus dikatakan bahwa klausura hanyalah sarana atau bantuan, dan bukan tujuan, sehingga dalam keadaan-keadaan darurat tertentu bisa didispensasikan. Misalnya, apabila seorang rubiah harus pergi belanja atau ke Rumah Sakit untuk suatu keperluan mendesak, dia tidak harus membawa “pembatas” ke mana-mana. Sekalipun berada di luar klausura, kaulnya tetap berlaku. Dia tetap adalah seorang pertapa yang menganut sistem klausura. Yang menjadi tujuan utama hidup kontemplatif bukanlah klausura meskipun tidak jarang hal itu diperjuangkan, bahkan mati-matian, melainkan kontemplasi itu sendiri, perjumpaan dengan Allah, persatuan secara utuh dengan Allah. Ada beberapa tarekat kontemplatif tertentu yang tidak menganut sistem klausura.

Dalam perkembanganya, klausura diartikan sebagai bagian biara dengan aktivitasnya yang tertutup untuk umum dan dibatasi dengan tembok atau pagar, dan yang hanya terbuka bagi para religius itu sendiri. Seperti hanya dengan alasan yang wajar dan perlu, para anggota komunitas boleh ke luar dari klausura, misalnya untuk berbelanja, melayani di luar rumah. Demikian juga orang luar hanya boleh diizinkan masuk ke dalam klausura, bila ada keperluan yang wajar, misalnya karyawan atau pegawai yang harus mengerjakan sesuatu, dokter, dan imam. Semua ini harus dengan izin pemimpin biara sesuai dengan peraturan konstitusi. Maksud hidup dalam klausura adalah, agar lebih terlindung dari keramaian dunia, sehingga dengan lebih mudah dapat menjalankan hidup doa, yang adalah inti tugas sebagai religius. Tujuan dari kehidupan ‘tertutup’ ini adalah untuk mencegah gangguan dalam doa dan kehidupan religius.

Hal klausura diatur menurut hukum kanonik dalam Gereja Katolik untuk rumah religius masing-masing. Para religius menggunakan pengetahuan mereka untuk kebutuhan komunitas, diperoleh untuk melayani diluar komunitas dalam jangka waktu tertentu. Tarekat-tarekat kontemplatifmengutamakan ibadah dan doa lebih dari segala aktivitas ekonomi ataupun sosial.  Jika terletak suatu klausura suatu bangunan biara mengindikasikan bahwa klausura merupakan bagian dari suatu penghalang yang kokoh dan secara efektif memisahkan dunia para penghuni biara dari dunia para pekerja di luar. Pada zaman dahulu, bentuk klausura dalam sebuah biara dalam bentuk klausura terkunci, agar memungkinkan para rahib melakukan tugas-tugas kesalehan mereka tanpa gangguan kaum awam dan para pegawai. Dalam segi lain, klausura dibatasi dengan tembok sebagai pemisah dalam komunitas biara.

Dalam sejarah perkembangan tarekat kita (Frater BHK), ada hal-hal yang berubah. Dalam Direktorium Wilayah Geografis Indonesia Pasal 13 ditegaskan, “Demi menjaga keheningan dan suasana kebiaraan maka setiap frater dan atau komunitas agar tetap mempertahankan adanya “klausura” (tempat khusus untuk para frater dan tertutup untuk umum).”

Yang dimaksud dengan tempat khusus para frater dan tertutup untuk umum itu apa? Apakah ruang kapela? Apakah ruang makan? Apakah ruang tidur? Atau batin kita masing-masing? Karena semua itu sudah terbuka secara nyata. Hal-hal duniawi sudah menembus tembok pembatas biara. Hidup dalam klausura (claustral) dianggap bentuk hidup para rahib dan rubiah pada kehidupan monastik zaman dahulu dalam tarekat religius tertutup.

Hal ini menjadi tantangan bagi kaum religius aktif rasuli, yang berkarya di tengah dunia saat ini. Menjalani di dua ruang yang berbeda. Di lain pihak bertugas di ruang publik, karya aktif rasuli dan kembali bergabung dalam ranah ruang klausura. Atau membatasi diri dan ada batasan-batasan dalam komunitas religius, supaya sebagaimana mestinya, maka di setiap komunitas religius aktif, karya kerasulan umum, ada ruang tamu, ruang publik, ruang konseling, dan ruang umum atau publik yang disiapkan tersendiri yang dibatasi dengan pagar atau tembok. Ada yang memasang tanda dan simbol serta tulisan yang menandakan bahwa ada batas ruang kalusura dan ruang publik di komunitas religius tersebut.

Fr. M. Kardinus Nong, BHK

About fraterbhk

Check Also

Arus Gelombang Media

Pengantar Bila kita mencermati perkembangan dunia dewasa ini dengan segala aspek kehidupannya, tak dapat disangkal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *